Oleh: tika123 | Februari 27, 2008

KePePeT iS D’ BeSt

MoTiVaTioN iS ThE MoSt iMp0rTaNt FoR aLL ThiNkZz… So, We MuSt HaVe MoTiVaTioN, SoMe 0nE ThaT HaVe MoTiVaTioN DeFiNiTe HaVe eNtHuSiaSm… KePePeT  iS  ThE  BeSt  Learning MoTiVaTioN 

Kepepet adalah suatu istilah yang diambil dari bahasa jawa yang mengambarkan suatu kondisi dimana seorang manusia diposisi terjepit dimana dia harus melakukan action atau dia akan terlibas masuk kesuatu kondisi yang lebih buruk dalam limit waktu yang pendek dia harus mengerahkan segala daya, upaya, energi atau segala frame reference n’ frame experient yang dimilikinya agar bisa keluar dari kondisi kepepet tersebut. 

Posisi kepepet sebenarnya bukan suatu kondisi yang nyaman buat kita jika sedang mengalaminya, tetapi sering kita sadari atau tidak sadari dalam posisi inilah kecerdasan kita optimal, semangat kita maksimal bahkan kita jadi takjub dengan keluarbiasaan kemampuan kita dibandingkan dangan kondisi normal. Jadi, pada dasarnya kepepet tidak berarti selalu negative tetapi seberapa jauh kita bisa me-manage kepepet sebagai energi yang sangat potensial dalam mengoptimalkan sistem belajar yang cepat dengan hasil yang maksimal. 

Dalam realita sehari-hari dapat kita lihat para mahasiswa menyelesaikan tugas akhirnya pada minggu terakhir batas waktu satu semester yang dimilikinya atau para siswa baru belajar pada malam menjelang ulangan padahal banyak waktu dihari-hari sebelumnya yang tidak dimanfaatkan dan hasilnya tidak selalu jelek bahkan banyak yang mendapatkan nilai bagus dengan cara belajar yang sangat kepepet tersebut. Dari hal keseharian baik yang langsung kami alami atau yg terlihat di sekitar kami makin menarik perhatian kami untuk mencermati keterpepetan, motivasi belajar dengan hasil atau nilai yang didapat.  Untuk pembatasan masalah dalam penulisan kali ini, kepepet kita korelasikan dengan waktu karena sebenarnya kepepet bisa disebabkan banyak hal seperti keterpepetan dana, keterpepetan sda, keterpepetan sdm, dsb.

Dengan kita bisa mengoptimalkan kepepet terhadap waktu akan banyak efesiensi yang dapat dilakukan misalnya: Tugas akhir mahasiswa cukup waktu 1 bln bukan 1 semester ( 6 bulan ) atau tugas pelajar cukup 1 malam bukan beberapa hari sebelumnya harus mulai belajar jadi dengan kepepet mungkin efisiensinya bisa mencapai 80 % maka jika Indonesia bisa memasyarakatkan kepepet dan memepetkan masyarakat dalam arti positif mungkin dalam beberapa tahun, Indonesia menjadi Negara super power dengan WaY oF LiFe “KEPEPET iS D’ BeSt.” 

Tapi, itu smua tergantung kita yang bisa memanfaatkan kondisi itu atau tidak. Jika kita tidak dapat me manage ke-kepepet-an itu, kita tidak akan mendapatkan hasil apapun bahkan kita bisa kehilangan segalanya. Misalkan ada seorang ibu yang rumahnya sedang terbakar, karena kepepet, ia bisa selamat dan keluar dari rumahnya dengan menggendong bayinya melewati tembok rumah yang tinggi, semula mustahil baginya untuk melompati tembok tsb., sedangkan jika ibu itu tidak mau melompati tembok tsb., ia dan anaknya tidak akan selamat dari kebakaran tsb.  

Dengan tidak menafikan segi negatif dari kepepat yang menyebabkan keputus asaan dan atau kegagalan maka akan sangat banyak hikmahnya jika kita bisa me manage kepepet dengan baik.

Untuk dapat memanage kepepet dengan baik ada beberapa hal yang harus kita perhatikan yaitu :

1.     mengetahui skill kita

2.     mengetahui daya tahan tubuh kita.

3.     mengetahui ketahanan mental kita

4.     mengetahui permasalahan yang dihadapi 

Dari 4 hal tersebut diatas kita sudah dapat mulai belajar mengelola kepepet dengan baik. 

·        Mengetahui skill kita, dengan mengetahui skill kita baik berdasarkan frame refernce maupun fill experience kita dapat pinjakan yang kokoh untuk mengoptimalkan power of kepepet

·        Mengetahui daya tahan tubuh, ini diperlukan untuk mengetahui sejauh mana atau seberapa lama fisik kita siap untuk di genjot minimal diajak begadang.

·        Mengetahui ketahanan mental kita. Diperlukan untuk mengetahui ketahanan psikis ketika kita mendapat tekanan atau ketika otak dipacu untuk berpikir keras dalam rentang waktu yang cukup lama.

·        Mengetahui permasalahan, ini diperlukan untuk memfokuskan tenaga dan pikiran di satu titik permasalahan sehingga tidak membuang energi percuma Jadi ketahanan fisik, mental, kejelian memfokuskan permasalahan terus memperkuat fondasi skill dengan membaca dan berlatih sangat diperlukan ketika kita akan menerapkan kepepet menageman. Jika kita sudah dapat megetahui hal tersebut diatas, kita siap melakukan kepepet managemen.

Untuk mengawali kita bisa mencoba dengan ulangan ulangan harian dan selalu kita catat hasilnya dengan indikator2 yang sama tetapi kita tetap meningkatkan ketahanan fisik, mental dsb dengan demikian kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangannya yang kemudian dari itu dilakukan perbaikan untuk kemajuan dikemudian hari. Jadi kesimpulannya :

1.     dalam kondisi kepepet manusia dapat berbuat hal2 yang lebih dari kemampuan normalnya    

2.     Kepepet bisa di manage untuk efesiensi waktu.

3.     Perlu latihan fisik, mental, fokus permasalahan dan skil untuk dapat memaksimalkan energi kepepet.

4.     Try and error terus dilakukan oleh masing2 individu karena keberagaman kondisi dari individu2 itu sendiri.   

Demikian penulisan saya kali ini semoga dapat menjadi inspirasi untuk dapat dikembangkan menjadi suatu energi yang mendorong bangsa ini ke kehidupan yang lebih layak.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.